Tanggal 26-30 Agustus 2013 lalu, ATPUSI menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Internasional Perpustakaan Sekolah yang ke-42 atau 42nd International Conference of IASL 2013 di Hotel Sanur Paradise Plaza, Bali. Sekitar 350 peserta hadir pada konferensi tersebut yang datang dari 33 negara dari 5 benua di dunia. Tiga peserta internasional terbanyak yaitu Jepang (18 orang), USA (17 orang), dan Australia (15 orang). Lainya datang dari Rusia, Finlandia, Swedia, German, Italia, Belanda, Afrika, Qatar, Dubai, Taiwan, Hong Kong, China, New Zealand, Kanada, Jamaica, Thailand, Filipina, Myanmar, Malaysia, Singapore, dan lain-lain.

Tema konferensi “Enhancing Student Life Skill through the School Library”. Konferensi dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Bapak Prof. Dr. Musliar Kasim. Acara konferensi meliputi: Pre workshop conference, welcome reception dinner, opening & closing ceremony, keynote speech, plenary presentation, concurrent session, tea-morning with the author, auction and gala dinner, school visits, poster presentation, exhibition, iasl board meeting, association meeting, and tour.

Sebanyak 58 makalah dipresentasikan dalam konferensi ini. Konferensi IASL tahun depan (2014) akan dilaksanakan di Moskow, Rusia. Sebelum Indonesia, konferensi serupa dilaksanakan di Qatar (2012), Jamaica (2011), Melbourne (2010).

Acara berlangsung dengan sukses. Peserta internasional menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada tuan rumah atas kesuksesan penyelenggaraan konferensi ini. Dari hasil angket penilaian peserta atas penyelenggaraan konferensi, mereka kagum dan senang dengan besar dan beragamnya acara konferensi dengan melibatkan banyak orang. Mereka juga menyaksikan beragam penampilan budaya nusantara yang dibawakan oleh penari-penari Bali, dan penampilan-penampilan para siswa-siswi sekolah di Bali. Semua itu sangat mengesankan mereka.

Dalam penyelenggaraan konferensi ini, ATPUSI didukung oleh Pusbangtendik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Perpustakaan Nasional RI.

Ini pertama kalinya Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Internasional Pustakawan Sekolah. Ini juga menjadi sejarah dalam perjalanan kepustakawanan sekolah di Indonesia. Belum tentu 10 atau 20 tahun lagi Indonesia dapat menjadi tuan rumah, mengingat IASL beranggotakan 70 negara, dan kesempatan menjadi tuan rumah dilakukan secara bergiliran, dengan -tentu saja- berdasarkan penilaian oleh para executive board of IASL atas kemampuan dan kesiapan calon tuan rumah.