Denpasar (beritadewata.com) – Bali adalah pulau seribu event, mungkin itu ungkapan yang cocok untuk mewakili pulau Dewata ini. KTT APEC dan Miss World 2013 misalnya, perhelatan akbar tersebut akan silih berganti digelar dalam 2 bulan ke depan. Tak hanya itu saja, Selasa (27/08/2013) tadi acara berskala Internasional pun turut digelar, yakni 42nd Annual Internastional Association of School Librarianship (IASL). Acara konferensi tahunan tadi diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, IASL, bersama dengan beberapa instansi-instansi pendidikan terkait lainnya.

Pantauan redaksi, acara yang berlangsung di Sanur Paradise Plaza tersebut dihadiri oleh puluhan delegasi dari 33 negara anggota IASL yang terdiri dari praktisi-praktisi pendidikan, tenaga perpustakaan sekolah, serta para pakar di bidang lain yang terkait dengan pendidikan.

Tema IASL kali ini ialah “Enhancing Student’s Life Skills Throught the School Library” atau Meningkatkan Keterampilan Hidup Siswa Melalui Perpustakaan Sekolah. Acara yang mengedepankan layanan program perpustakaan di sekolah tersebut akan berlangsung dari tanggal 27 sampai 30 Agustus 2013 dan dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, H E  Prof Dr Musliar Kasim.
Kasim menerangkan, tema IASL kali ini dipilih sejalan dengan tantangan yang dihadapi berbagai negara termasuk Indonesia di bidang pendidikan. “Keterampilan hidup siswa Indonesia harus mampu dijawab dalam dimensi kompetensi yang utuh dan seimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan,” terangnya.

Tak hanya itu, Kasim juga mengatakan bahwa perpustakaan memegang peranan penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. “Perpustakaan bisa meningkatkan minat baca siswa dan prestasinya. Oleh karena itu, amanat UU Nomor 43 Tahun 2007 harus dilaksanakan yakni sekolah wajib mengalokasikan anggaran minimal 5% dari total anggaran sekolah untuk pengembangan perpustakaan sekolah,” tandasnya seusai membuka secara resmi acara tadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Provinsi Bali, A.A Ngurah Sujaya mengatakan bahwa dewasa ini minat baca para siswa sangat rendah.”Rendahnya tingkat keterampilan hidup disebabkan oleh lemahnya minat baca di masyarakat. Transfer budaya lebih diminati lewat audio visual. Syukurnya Bali memiliki tradisi membaca khas yang disebut dengan nyastra sehingga kami berharap kearifan lokal ini mampu membangkitkan minat baca masyarakat khususnya generasi muda,” ujar Sujaya yang hadir mewakili Gubernur Bali dalam acara tersebut.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memandang penting dan strategis atas keterlaksanaan Konferensi IASL 2013 ini di Indonesia karema setidaknya menjawab dua hal yakni; Pertama, sebagai Trigger (daya dorong) upaya peningkatan profesionalisme dan kompetemsi para tenaga perpustakaan sekolah Indonesia, Kedua, tenaga perpustakaan Indonesia dapat belajar langsung dan bertukar pengalaman tentang best practices dengan berbagai praktisi profesional bidang perpustakaan sekolah dari seluruh dunia.

sumber : http://pendidikan.beritadewata.com/berita/Ragam/Sekolah_Wajib_Alokasikan_5_Persen_untuk_Perpustakaan.html